| Carrying the greatest blessing of my life |
Menjalani hari-hari penuh perjuangan, dimana aku sempat kuretase karena kehamilan pertamaku blighted ovum, mungkin bukan rejekinya walupun ada secuil perasaan sedih dan kecewa, tapi life must go on. Untungnya tidak perlu menunggu terlalu lama- selang sekitar dua bulan, kami diberi rezeki lagi. Alhamdulillah Allah titipkan lagi pada aku dan suami seorang calon anak. Untuk memastikan kehamilan, aku mendatangi sebuah klinik di Bandung. Rasanya terharu bisa mendengar detak jantungnya, dimana pada kehamilan pertama aku hanya melihat kantung kosong tak berisi janin. Ternyata sudah enam minggu usianya dalam kandunganku. Sejak saat itu, aku sangat berhati-hati menjaga titipan-Nya.
Perjalanan hidup membawa aku dan suami pindah dari Bandung ke Lampung, tempat lahirku, karena aku ada rencana untuk buka apotek milik sendiri. Bolak-balik ruko - dinkes - dpmptsp dengan keadaan hamil, Alhamdulillah anakku kuat dan sehat. Segala urusan terasa dipermudah sampai tiba waktunya grand opening apotek.
Rujukan ke subspesialis Fetomaternal. Waktu umur kandungan sekitar 8 - 9 bulan, aku dirujuk Sp.OG-ku untuk fetomaternal karena beliau menemukan something di organ anakku. Seperti tersambar petir di siang hari. Waktu itu di Lampung belum ada subs Fetomaternal, jadi mau tidak mau harus keluar kota, pilihannya cuma dua; ke Jakarta atau ke Palembang. Akhirnya setelah cari jadwal dokter, aku buat appointment di RS Hermina Palembang. Pertama kalinya perjalanan ke Palembang. Harus tutup apotek karena aku belum punya pegawai. Berangkat subuh dari ruko dengan perasaan harap-harap cemas. Bertiga saja, aku, suami, dan mamaku. Alhamdulillah sampai tepat waktu, aku menceritakan semua detail kehamilanku dari awal. Dokter menjelaskan secara detail kondisi bayi dalam kandunganku. Ya memang ada something, tapi Alhamdulillah sekali jawaban beliau sangat menenangkan. Setelah itu kami jalan-jalan di Palembang dan pulang sore harinya.
Hari demi hari berlalu sampai tibalah waktu anakku lahir. Tangisku pecah saat dokter memperlihatkan anakku. MasyaAllah ganteng sekali, tangisannya kuat, dan lengkap semua organ tubuhnya Alhamdulillah. Menjalani hari-hari sebagai ibu baru; kurang tidur, lelah begadang, menyusui, membersamai anakku setiap harinya. Melihatnya tumbuh, belajar makan, minum, berjalan, berlari, berhitung, membaca, masyaAllah. Semoga anakku menjadi anak yg sholeh. Maaf nak, mama dan papa masih banyak kurangnya. Terimakasih Ya Allah atas titipanMu. Semoga kami bisa menjaga semua titipanMu dengan baik.
![]() |
| From two to three |

0 comments:
Posting Komentar